oOH…Ternyata Sungguhan Ada to, Kota Terapung di Indonesia, Dimana ya? ini…

by -0 views
Kota di Natuna yang sebagian wilayahnya terapung di atas laut (ANTARA/M Agung Rajasa)
NATUNA, SriwijayaAktual.com – Ada sebuah kota di Natuna yang sebagian wilayahnya terapung di atas laut. Hal itu sebagai perluasan dari daratan utama pulau.

Seperti dihimpun oleh detikTravel
dari berbagai sumber, Kamis (11/1/2018), inilah penampakan kota cantik
ini ada di Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Pulau
Bunguran Barat yang beribukota Sedanau, sudah terkenal sejak dahulu.
Terutama bagi para pedagang lintas negara dan lintas daerah, inilah
lokasi strategis bagi para pelautnya.

Baca Juga: wuiiH! Kota Terapung Bebas Politik Pertama di Dunia Bakal Berdiri di Tahun 2020

Sebagai ibu kota kecamatan, kawasan ini terbilang cukup sempit.
Masyarakatnya secara swadaya bersama Pemkab Natuna berhasil menyulap
laut sebagai bagian dari daratan pulau tersebut.
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Kini daratan pulau itu bertambah sekitar 2,5 kilometer ke arah laut.
Dari udara, wilayah ini tampak seperti perkampungan terapung di atas
lautan Natuna yang sangat luas dan hampir 95 persen rumah berdiri kokoh
hanya dengan berbahan kayu dan tertata rapi.

Kecamatan yang
memiliki koneksi dengan luar daerah dan luar negeri ini memiliki luas
wilayah sekitar 13.559 kilometer persegi. Ada pun luasan wilayah
pulau-pulau yang belum berpenghuni sekitar 13.204 kilometer persegi.

Kecamatan
ini terdiri dari pulau-pulau kecil yang berada persis di belahan barat
Pulau Bunguran besar (Natuna). Selain terkenal dengan keindahan kotanya
yang berada di atas permukaan laut (Kota Terapung), warga Sedanau
berprofesi sebagai nelayan yang cenderung untuk pergi memancing dan
memanen sumber daya alam laut seperti budidaya ikan napoleon serta ikan
kerapu.

Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Perkampungan terapung lainnya juga terdapat di pulau Bunguran Besar di
Kota Ranai, yaitu Kampung Penagi yang dulunya merupakan pusat ekonomi
masyarakat di Kabupaten Natuna. Kampung ini merupakan pintu masuk ke
pulau Bunguran Besar dan kapal-kapal dagang yang melintas laut China
selatan, akan singgah ke Penagi sebelum melanjutkan perjalanan ke
kawasan lain.

Kemakmuran Penagi sebagai kawasan bisnis dan
pelabuhan saat lampau amat dirasakan masyarakat bahkan jejak-jejak
kemakmuran itu hingga kini masih dapat terlihat dari rumah-rumah
penduduk di atas permukaan laut yang berada di kampung Penagi. Namun,
kini kampung tua Penagi dengan ratusan rumah panggung di atas air telah
sepi dan sunyi.

Baca Juga: Jika Terealisasi, Negara ini Bakal Jadi yang Pertama Bangun Kota Terapung

Walaupun suasana Penagi sudah berubah, namun
kerukunan masyarakatnya tidak berubah. Kalau traveler pernah ke Pulau
Bungin, NTB, penampakan yang sama akan ditemukan. (*)
 

No More Posts Available.

No more pages to load.